“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:74)
This entry was posted
on Tuesday, August 29th, 2006 at 7:51 pm and is filed under Uncategorized.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
hmm…cinta…kebanyakan orang memakainya untuk suatu kesalahan…ukhti subhanallah untuk usahanya tuk tetep istiqomah…ya, bukankah jodoh itu adalah akhir dari pencarian kita akan makna cinta pada lawan jenis.hmm…ukh, aku juga pernah mengalami hal yang sama, ya…dengan berusaha dekat dengan Allah hati kita bisa lebih tenang, bukankah jodoh itu urusan Allah,…yang terpenting kita bisa yakin kalo keputusan yang diambil adalah yang terbaik. Saat aku dapet hidayah dari-Nya, aku berusaha tuk berbagi hidayah dengan dia. berpisah tapi sama2 mencari lebih banyak ilmu agama, mencari apa sejatinya hidup ini…jika sudah berusaha lebih baik dan berjodoh bukankah itu hal yang baik, dan bila bukan jodoh, bukankah dengan usaha selama ini tuk dekat dengan Allah SWT sama sekali gak ada ruginya… dia jauh disana, dan aku disini, berusaha melupakan perasaan yang gak penting,..kabar terakhir dia udah gabung dengan berbagai acara pks, ikut kelompok tarbiyah. yah mudah2an ada yang terbaik…
awalnya sakit, tapi seiring dengan berjalannya waktu dan kekuatan dari Allah,…semua bisa dilalui dengan baik…percaya bahwa cinta yang abadi datangnya dari Allah… ISTIQOMAH ukh…!
tentang dia … ehm
saya rasanya bisa merasakan perasaannya .. tapi menurut saya itu manusiawi dan wajar
mencintai dan dicintai .. itulah cinta (kasih sayang) yang di anugrahkan Allah yang Maha Indah. tidak dapat didefinisikan,
seperti yang saya alami juga, jika kembali teringat … segera ingin melupakan, karena kejahiliyahan masa itu .. duh .. tapi dengan segera melupakan tanpa ada pemikiran, introspeksi dan pemahaman yang benar .. ternyata terasa sakit ketika sudah benar-benar kehilangan …, yang pada akhirnya terjadi ’saling menyakiti’ karena kesalah pahaman, kesalahan informasi dll…
walau bgmn pun dengan dominasi mengingat Allah yang menciptakan ‘cinta’.. akan jauh lebih mengobati hati kita yang mungkin sedang ‘terluka’…(gaya nya :D)
subhanallah, semua berkomentar ttg cinta:) makasih2 masukannya.. intinya, segala masalah pasti ada solusinya, tapi ttp manusia yg akhirnya memilih apakah kemauannya cukup kuat utk mengikuti solusi itu atau tdk. Misalnya, Rere ingin shalatnya khusyu, ia mendapat solusi bgmn caranya shalat biar khusyu. Setiap akan shalat, setan berbisik, “shalatnya cpt2 aja, biar bisa lgsg ke kantin!” sdgkn malaikat berbisik, “sekarang, pusatkan pikiranmu hanya kpd Allah, rileks, serahkan diri-Mu, lama2lah dlm memohon kpd-Nya!” akhirnya, jika Rere memilih bisikan setan, solusi shalat agar khusyu akan mjd tdk berguna, bgt pun sebaliknya.. klo ada org yg ngomong, “Aduuuhh.. knp sih aku g pernah bisa ngelupain dia?” hrsnya dia nanya ke diri sendiri, sejujur2nya, apakah ia bener2 mau melupakan.. G ada yg bisa disalahkan selain diri sendiri.. bukan keadaan.. org yg paling cerdas adl org yg paling keras tuduhannya thd diri sendiri.. Ayo!! berjuang menghadapi musuh terbesar qta.. ‘diri’ sendiri.. Allahu akbar!!!!!
AssWw..kalo soal cinta2an..commentnya penuh ya mba.hehe.:P..tapi yah emang kenyataannya seperti itu…olint baca buku yg dr mba (Taman org2 jatuh cinta dan rekreasi org2 dimabuk cinta)..disitu kan banyak syair2nya…tapi ada syair yang cukup singkat dan membuat olint tersentuh yang isinya “Jika kau mengaku mencintai-Ku, kenapa kau jauhi kitab-Ku…belumkah kau resapi kenikmatan yang terkandung dalam kalam-Ku?”dari seorang penyair..yah itu jd PR buat pribadi..ktk kita mengaku mencintai Allah..bkn hanya sekedar diresapi n diucapkan semata..namun yah Al-Quran itulah surat cinta kita.kalo mengaku mencintaiNya…berarti kita selalu berusaha ingin dekat denganNya..dan Al-Quran lah yg membuat kt berusaha untuk dekat denganNya..semoga kita semakin dekat dengan Al-Quran untuk mencari makna yg terkandung dibalik setiap ayat2nya…tapi balik lagi…semua yg terjadi dengan kita tiada lain atas kehendakNya…”Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada org2 yang tidak mempergunakan akalnya(10:100)”..allahualam bis shawab…hanya pada Allah olint mohon ampun atas tulisan ini…
nb: nyambung ga sih?? hehe..punten bisi gak nyambung…tp sambung2in aja yah…^_^
August 29th, 2006 at 11:18 pm
hmm…cinta…kebanyakan orang memakainya untuk suatu kesalahan…ukhti subhanallah untuk usahanya tuk tetep istiqomah…ya, bukankah jodoh itu adalah akhir dari pencarian kita akan makna cinta pada lawan jenis.hmm…ukh, aku juga pernah mengalami hal yang sama, ya…dengan berusaha dekat dengan Allah hati kita bisa lebih tenang, bukankah jodoh itu urusan Allah,…yang terpenting kita bisa yakin kalo keputusan yang diambil adalah yang terbaik. Saat aku dapet hidayah dari-Nya, aku berusaha tuk berbagi hidayah dengan dia. berpisah tapi sama2 mencari lebih banyak ilmu agama, mencari apa sejatinya hidup ini…jika sudah berusaha lebih baik dan berjodoh bukankah itu hal yang baik, dan bila bukan jodoh, bukankah dengan usaha selama ini tuk dekat dengan Allah SWT sama sekali gak ada ruginya… dia jauh disana, dan aku disini, berusaha melupakan perasaan yang gak penting,..kabar terakhir dia udah gabung dengan berbagai acara pks, ikut kelompok tarbiyah. yah mudah2an ada yang terbaik…
awalnya sakit, tapi seiring dengan berjalannya waktu dan kekuatan dari Allah,…semua bisa dilalui dengan baik…percaya bahwa cinta yang abadi datangnya dari Allah… ISTIQOMAH ukh…!
August 31st, 2006 at 8:52 pm
…Love Can Always Be So Perfect But Love Is Just Love…
Hopefully God (to Whom we give our Love more then to anyone elses in this world) will show you the right way..
September 1st, 2006 at 6:23 am
tentang dia … ehm
saya rasanya bisa merasakan perasaannya .. tapi menurut saya itu manusiawi dan wajar
mencintai dan dicintai .. itulah cinta (kasih sayang) yang di anugrahkan Allah yang Maha Indah. tidak dapat didefinisikan,
seperti yang saya alami juga, jika kembali teringat … segera ingin melupakan, karena kejahiliyahan masa itu .. duh .. tapi dengan segera melupakan tanpa ada pemikiran, introspeksi dan pemahaman yang benar .. ternyata terasa sakit ketika sudah benar-benar kehilangan …, yang pada akhirnya terjadi ’saling menyakiti’ karena kesalah pahaman, kesalahan informasi dll…
walau bgmn pun dengan dominasi mengingat Allah yang menciptakan ‘cinta’.. akan jauh lebih mengobati hati kita yang mungkin sedang ‘terluka’…(gaya nya :D)
wallahualam.
September 4th, 2006 at 9:30 pm
subhanallah, semua berkomentar ttg cinta:) makasih2 masukannya.. intinya, segala masalah pasti ada solusinya, tapi ttp manusia yg akhirnya memilih apakah kemauannya cukup kuat utk mengikuti solusi itu atau tdk. Misalnya, Rere ingin shalatnya khusyu, ia mendapat solusi bgmn caranya shalat biar khusyu. Setiap akan shalat, setan berbisik, “shalatnya cpt2 aja, biar bisa lgsg ke kantin!” sdgkn malaikat berbisik, “sekarang, pusatkan pikiranmu hanya kpd Allah, rileks, serahkan diri-Mu, lama2lah dlm memohon kpd-Nya!” akhirnya, jika Rere memilih bisikan setan, solusi shalat agar khusyu akan mjd tdk berguna, bgt pun sebaliknya.. klo ada org yg ngomong, “Aduuuhh.. knp sih aku g pernah bisa ngelupain dia?” hrsnya dia nanya ke diri sendiri, sejujur2nya, apakah ia bener2 mau melupakan.. G ada yg bisa disalahkan selain diri sendiri.. bukan keadaan.. org yg paling cerdas adl org yg paling keras tuduhannya thd diri sendiri.. Ayo!! berjuang menghadapi musuh terbesar qta.. ‘diri’ sendiri.. Allahu akbar!!!!!
September 5th, 2006 at 7:29 am
AssWw..kalo soal cinta2an..commentnya penuh ya mba.hehe.:P..tapi yah emang kenyataannya seperti itu…olint baca buku yg dr mba (Taman org2 jatuh cinta dan rekreasi org2 dimabuk cinta)..disitu kan banyak syair2nya…tapi ada syair yang cukup singkat dan membuat olint tersentuh yang isinya “Jika kau mengaku mencintai-Ku, kenapa kau jauhi kitab-Ku…belumkah kau resapi kenikmatan yang terkandung dalam kalam-Ku?”dari seorang penyair..yah itu jd PR buat pribadi..ktk kita mengaku mencintai Allah..bkn hanya sekedar diresapi n diucapkan semata..namun yah Al-Quran itulah surat cinta kita.kalo mengaku mencintaiNya…berarti kita selalu berusaha ingin dekat denganNya..dan Al-Quran lah yg membuat kt berusaha untuk dekat denganNya..semoga kita semakin dekat dengan Al-Quran untuk mencari makna yg terkandung dibalik setiap ayat2nya…tapi balik lagi…semua yg terjadi dengan kita tiada lain atas kehendakNya…”Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada org2 yang tidak mempergunakan akalnya(10:100)”..allahualam bis shawab…hanya pada Allah olint mohon ampun atas tulisan ini…
nb: nyambung ga sih?? hehe..punten bisi gak nyambung…tp sambung2in aja yah…^_^
wassww